Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

MELALUI TALKSHOW, P3HH SASAR GENERASI MILENIAL SEBAGAI AGEN DISEMINASI IPTEK DAN INOVASI PENGOLAHAN HASIL HUTAN.

14 Agustus 2019, 11:44 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

P3HH (Banten, 13 Agustus 2019) - Lewat talkshow dengan tajuk Iptek Pengolahan Hasil Hutan yang digelar pada Festival Tropical Forestry and Environment Research di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL), Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (13 Agustus 2019), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) kenalkan produk unggulan yang banyak diminati oleh masyarakat kepada lebih dari 125 generasi milenial dari sekolah Adiwiyata dan mahasiswa dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Tangerang Selatan. Talkshow yang dipandu secara kekinian oleh peneliti P3HH Deazy, MSc dan Esti, S.Hut menghadirkan 5 narasumber dari 4 kelompok peneliti (kelti) lingkup P3HH dan 1 dari mitra P3HH yaitu PT. Wijaya Sentosa.

Yuniawati, S.Hut, M.Si dari kelti Keteknikan Hutan dan Pemanenan Hasil Hutan menyampaikan bahwa telah dihasilkan beragam IPTEK bidang keteknikan dan pemanenan hasil hutan. “IPTEK unggulan kami banyak diminati pelaku usaha, diantaranya Wesyano, Faktor Eksploitasi (FE) dan Tree Length Logging”, kata Yuniawati sambal memperagakan penggunaan alat pengukur diameter pohon Wesyano.

Pembicara lainnya, Prof. Djarwanto menjelaskan inovasi unggulan dari kelti Biologi dan Pengawetan Hasil Hutan diantaranya adalah Xylarium Bogoriense, alat pendeteksi kayu otomatis, pengelompokan kayu perdagangan Indonesia, teknologi pengawetan kayu, teknologi pemanfaatan jamur dan teknologi pemanfaatan serangga.

“Xylarium Bogoriense dibangun sejak tahun 1914, merupakan Xylarium terbesar di dunia dengan jumlah specimen lebih dari 193.000 specimen ” kata Djarwanto.

Dari kelti pemanfaatan hasil Hutan, Jamaludin Malik, S.Hut, M.Sc, Ph.D memberikan informasi tentang pemanfaatan limbah batang sawit, perekat kayu dari ekstrak kayu merbau, dan produk bambu lamina. “Limbah batang sawit hasil peremajaan dapat diolah menjadi produk yang bernilai tinggi di pasar lokal maupun internasional seperti produk kayu lapis dan flooring” kata Jamal.

Totok Kartono Waluyo, MSi dari kelti Pengelolaan Kimia, Energi dan Hasil Hutan Bukan Kayu menyampaikan iptek tentang arang terpadu, bioenergi, taxus sumatrana dan porang. Menurut Totok, IPTEK yang paling banyak diminati masyarakat adalah Arang Terpadu.

“Arang terpadu merupakan paket Iptek yang terdiri dari 3 buah teknologi yaitu pembuatan arang, pembuatan asap cair (cuka kayu/wood vinegar), dan arang kompos bioaktif (arkoba)” jelasnya.

PT. Wijaya Sentosa merupakan mitra kerja sama P3HH yang secara aktif dan berkomitmen mengaplikasikan IPTEK yang dihasilkan P3HH untuk mendukung kegiatan usahanya. “Kami merasakan secara nyata bahwa aplikasi IPTEk dan inovasi sangat membantu perusahaan dalam pengelolaan sumber daya hutan secara tepat dan berkelanjutan, “ jelas Andi, perwakilan PT. Wijaya Sentosa di akhir paparannya.

Kepala P3HH, Dr. Dwi Sudharto yang hadir pada Talkshow tersebut mengharapkan acara talkshow dapat dioptimalkan sebagai media dialog dengan para generasi muda untuk semakin memahami bahwa sumber daya alam di negeri kita harus dikelola dengan bijak melalui pemanfaatan teknologi karya anak bangsa. Generasi milenial harus menjadi SDM unggul untuk dapat mewujudkan Indonesia maju, sejalan dengan tema HUT RI ke 74.

Talksow


Talksow1

Talksow2

Talksow3

Talksow4


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )