Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

GENDER DAN PERUBAHAN IKLIM

09 Desember 2019, 08:55 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Madrid, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 6 Desember 2019. Dalam Conference of the Party (COP) 25 UNFCCC juga dilakukan pembahasan Gender. Perempuan umumnya menghadapi risiko lebih tinggi dari dampak krisis iklim, khususnya dalam situasi kemiskinan. Hal ini menjadi benang merah dari diskusi Agenda Gender and Climate Change pada Kamis, 5 Desember 2019. Diskusi yang difasilitasi Uni Eropa, menghadirkan Jorge Pinto dari Uganda dan Winifred Masiko dari Europian Union (EU) untuk membahas Program Kerja Lima dan Rencana Aksi Gender.

Pada diskusi ini terungkap jika ternyata sebagian besar delegasi negara-negara pihak masih fokus pada bagaimana meningkatkan jumlah peserta perempuan di dalam proses internal UNFCCC. Hal ini berkebalikan dengan Indonesia, isu gender bukanlah isu utama Indonesia karena tidak ada kendala bagi peserta perempuan untuk aktif dalam proses UNFCCC, posisi Indonesia dalam hal ini sangat maju, Indonesia telah mengimplementasikan kesetaraan gender pada berbagai sektor.

Credit foto: www.iisd.org

Berita selengkapnyadisini

Sumber:
http://ppid.menlhk.go.id/berita_foto/browse/2107

Profil Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )