Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

Dialog Hilirisasi IPTEK Pengolahan Hasil Hutan “Saatnya Mitra Bicara” : Upaya FORPRO mendorong adopsi IPTEK dan menjaring pengguna

14 Juli 2020, 15:43 WIB | Diupload oleh Admin

P3HH (BOGOR, 14 Juli 2020)Guna menjaring berbagai harapan mitra dan calon pengguna agar IPTEK dan kegiatan litbang yang dilaksanakan tepat sasaran dan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi, FORPROmenggelar webinar Dialog Hilirisasi IPTEK Pengolahan Hasil Hutan bertajuk “Saatnya Mitra Bicara” (Selasa, 14/7).

“IPTEK tidak akan berarti maksimal, jika tidak diikuti dengan komersialisasi menjadi sebuah inovasi” kata Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, Kepala BLI saat membuka acara. Dalam komersialisasi IPTEK, peran mitra sangatlah penting. Pengembangan IPTEK lebih lanjut dalam skala usaha merupakan salah satu bukti Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) yang tinggi.

Dalam pertemuan ini, Agus menggarisbawahi pentingnya marketing produk iptek. “Marketing produk IPTEK sangat penting dan dapat mendorong pengguna dan calon pengguna mengenal dan akhirnya mengadopsi IPTEK yang ditawarkan” tukasnya.

Agus menegaskan bahwa keberhasilan marketing akan menjadikan sebuah hasil karya litbang berdaya guna dan mampu memberikan multiplyer effect positif yang berkontribusi dalampengelolaan sumber daya dan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi sebuah lembaga riset jika hasil karyanya diakui, diadopsi, dan diimplementasikan oleh para pihak”, kata Agus di akhir sambutannya.

“FORPRO sengaja membuat tajuk dialog hilirisasi IPTEK pengolahan hasil hutan kali ini yaitu “Saatnya Mitra Bicara”, didasari keinginan kami untuk banyak mendengar pengalaman mitra yang telah mengadopsi IPTEK pengolahan hasil hutan, mendapatkan masukan, dan mendengar keinginan pengguna terhadap karya-karya P3HH ke depan” ujar Plt. Kepala P3HH, Dr. Wening Sri Wulandari saat memberikan pengantar dialog.

Dialog ini menghadirkan 3 mitra yang berbagi cerita dan pengalaman dalam mengadopsi IPTEK pengolahan hasil hutan, yaitu Dede Sujanadari Inkubator Bisnis Teknologi Politeknik Manufaktur Bandung, Andi Taufik Husein dari PT Wijaya Sentosa, dan Dinda Aisyahdari Shajar Scarf.

“Beberapa diantara produk tenan IBT POLMAN Bandung membutuhkan hasil produk penelitian dari P3HH sebagai komponen pendukung, diantaranya Asap Cair Bambu dan Arang Bambu” kata Dede dalam paparannya. IBT Polman memanfaatkan asap cair sebagai produk antiseptik handsanitizer, desinfektan, pupuk tanaman, fungisida dan treatment bambu. Sedangkan arang bambu dimanfaatkan sebagai bambu purifier dan block board.

Dalam paparannya Andi Taufik Husein dari PT Wijata Sentosa mengatakan bahwa penerapan IPTEK P3HH merupakan peluang bagi semua stakeholder khususnya bidang kehutanan untuk memanfaatkan inovasi litbang Bogor dalam pengelolaan hutan lestari. Sampai dengan saat ini PT Wijaya Sentosa telah mengadopsi teknologi tree length logging, Faktor Exploitasi, Arkoba, Wesyano dan Algrowmek.

Dinda Aisyahdari Shajar Scarf menyampaikan ketertarikannya pada motif-motif kehutanan dan berniat untuk mengaplikasikannya pada produk-produk yang sedang dikembangkan diantaranya adalah scarf. Saat ini Shajar Scarf telah memproduksi scarf dengan motif-motif tumbuhan kehutanan diantaranya : Dryobalanops aromatica, Dipterocarpus littoralis, Eusideroxylon zwageridan sebagainya. “Ke depannya kami akan memproduksi kerudung polos namun dengan tema warna sesuai khas dari suatu tumbuhan kehutanan serta lebih banyak lagi ragam motif berbasis tanaman kehutanan ” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung dengan menggunakan platform Zoom ini diikuti berbagai kalangan dari unsur lembaga pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dari berbagai daerah.

Plt. Kepala P3HH berharap dialog ini menjadi momentum untuk menggali potensi dan insiasi sinergi dalam pengembangan jejaring pengolahan hasil hutan.


Lampiran: 0

Profil Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )