Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

NEGARA ASEAN BAHAS PENGELOLAAN HASIL HUTAN PADA THE TWENTY THIRD MEETING OF THE ASEAN WORKING GROUP ON FOREST PRODUCTS DEVELOPMENT (23RD AWG-FPD)

07 Oktober 2020, 09:24 WIB | Diupload oleh Admin

P3HH (JAKARTA, 6 Oktober 2020) - Indonesia melalui Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (FORDA) kembali menekankan pentingnya pengembangan dan pengelolaan hasil hutan dalam forum The Twenty Third Meeting of The Asean Working Group on Forest Products Development (23rd AWG-FPD).

AWG-FPD merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF) untuk membahas kebijakan utama, program dan isu di bidang pengelolaan hasil hutan di wilayah ASEAN, yang mencakup herbal dan tumbuhan obat, Pengembangan dan implementasi serta harmonisasi standar (perpanjangan ACCSQ), Promosi perdagangan dan pemasaran produk hasil hutan dan Timber Certification Initiative (PATCI), serta Pengembangan teknologi dan kerjasama hasil hutan

Pertemuan 23rd AWG-FPD digelar secara virtual pada Selasa (6/10) melalui aplikasi video conference bluejeans dengan Thailand sebagai Chairperson dan Vietnam sebagai Vice Chair. Pada pertemuan tersebut, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (FORPRO) selaku National Focal Point, Dr. Wening Sri Wulandari dengan anggota DELRI dari Pusat Litbang Hasil Hutan, Pusat Litbang Hutan, Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi, Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan dan Biro Kerjasama Luar Negeri.

Indonesia menyampaikan update dan masukan antara lain tentang perkembangan hasil hutan bukan kayu, termasuk penelitian dan pengembangan dan inisiatif konservasi Eurycoma longifolia (Pasak Bumi / Tongkat Ali); Perkembangan ARKN FPD (ASEAN Regional Knowledge Network on Forest Products Development ) website sebagai media penguatan jejaring antar lembaga riset dan promosi perdagangan ASEAN, Forest Law Enforcement, Governance and Trade-Voluntary Partnership Agreements (FLEGT-VPA), Standar nasional antara lain melalui adopsi atau modifikasi standar ISO dan pertukaran informasi standar ISO dan IEC terbaru untuk harmonisasi; Peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan integrated research.

Indonesia juga menekankan pentingnya identifikasi riset Herbal Medicinal Plants (HMP) terkait pandemi Covid-19 dan harmonisasi standard untuk meningkatkan daya saing produk hasil hutan ASEAN dalam Plan of Action (POA) for ASEAN Cooperation in Forest Products Development.

Hadir pada pertemuan ini perwakilan dari 9 negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam dan Filipina. Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan dari ASEAN Secretariat dan perwakilan dari EU-FLEGT yang turut mempresentasikan implementasi program EU-FLEGT di level regional Asia Tenggara. Pertemuan AWG-FPD ke 24 tahun 2021 akan dilaksanakan di Vietnam.


Lampiran: 0

Profil Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )