Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

JARING PERHATIAN MASYARAKAT, FORPRO KEMBANGKAN DEMPLOT APLIKASI ARANG TERPADU

27 November 2020, 13:42 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

P3HH (Palangkaraya) - Sebagai kontribusi iptek dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (FORPRO) melaksanakan kegiatan Implementasi Iptek Arang Terpadu dalam Pengembangan Sistem Budidaya Gambut oleh Masyarakat untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan dan Sumber Pendapatan Alternatif. Salah satu bentuk implementasi dimanifestasikan dalam pembangunan demplot aplikasi arang terpadu di Desa Garung, Kabupaten Pulang Pisau. Dalam pembangunan demplot tersebut, FORPRO bersinergi dengan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR). Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Dr. Wening Sri Wulandari menyatakan bahwa pemilihan lokasi tersebut telah mempertimbangkan beberapa aspek. “Preferensi dan antusiasme petani untuk menerima introduksi teknologi baru menjadi salah bahan pertimbangan” katanya.

Masyarakat Desa Garung telah melaksanakan budidaya tanaman pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan khsusunya sayuran, diantaranya terong dan cabe. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa Garung, Wanson menyatakan iptek arang terpadu sangat bermanfaat bagi para petani khususnya petani sayur yang selama ini hanya menggunakan pupuk kimia. “Semoga masyarakat dapat secara mandiri mengolah limbah biomassa yang ada di sekitar desa menjadi arang terpadu sehingga dapat menekan biaya kegiatan pertanian.” jelas Wanson.

Salah seorang petani, Supriyanto, yang telah mengaplikasikan arang terpadu untuk budidaya jagung, cabe, dan kangkung menyampaikan bahwa tanaman relative dapat tumbuh dengan baik, meskipun cuaca sangat panas. “Memang terdapat beberapa tanaman yang layu, namun telah kami lakukan penyulaman dan pemeliharaan dengan penyemprotan asap cair. Selain itu juga melakukan penanaman pada menjelang sore hari” kata Supriyanto yang ditemui saat berada di demplot penanaman pada pertengahan November yang lalu.

Demplot yang dibangun merupakan contoh aplikasi arang terpadu untuk tanaman sayuran maupun tanaman berkayu. “Selain sayuran, pada demplot ini kami juga menanam gelam. Kami juga membuat perbandingan tanaman dengan aplikasi arang terpadu, dan yang tidak. “ kata Dr. Alpian, dosen pada Fakultas Pertanian UPR, yang merupakan koordinator pembangunan demplot aplikasi arang terpadu di Desa Garung ini. FORPRO berharap, dengan contoh nyata aplikasi arang terpadu untuk budidaya tanaman di lahan gambut, dapat mendorong masyarakat untuk mengikuti dan menerapkannya dalam kegiatan bercocok tanam ke depan.

WNG2a

Profil Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )