Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

24TH AWG FPD MEETING: PENTINGNYA KOLABORASI DALAM PENGEMBANGAN INFORMASI DAN HARMONISASI STANDAR HASIL HUTAN BUKAN KAYU

08 September 2021, 15:38 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

The 24th AWG FPD Meeting diselenggarakan secara daring pada selasa (7-9-2021) yang dihosting oleh Viet Nam. Pertemuan dihadiri delegasi dari 9 dan 10 negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Thailand, Viet Nam dan Philipina. Pertemuan ini difasilitasi ASEAN Secretariat

Beberapa agenda yang dibahas dalam pertemuan AWG-FPD kali ini antara lain implementasi sertifikasi hutan dan kayu, kerjasama pada bidang herbal dan tumbuhan obat, kerjasama pengembangan hasil hutan dan rencana aksi untuk kerjasama ASEAN di bidang pengembangan hasil hutan.

Seperti dalam pertemuan-pertemuan AWG-FPD sebelumnya, di dalam pertemuan setiap negara ASEAN (ASEAN Member State/AMS) diwajibkan untuk menyampaikan laporan perkembangan (country report) penerapan FLEG Work Plan (2016-2025).

Indonesia menyampaikan perkembangan penerapan Indonesian Timber Legality Assurance System (TLAS) atau yang lebih dikenal dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). SVLK merupakan salah satu pendekatan untuk memerangi pembalakan liar. SVLK berfungsi untuk memastikan produk kayu dan bahan bakunya diperoleh atau berasal dari sumber yang asal-usulnya dan pengelolaannya memenuhi aspek legalitas. Dalam kesempatan update progress SVLK tersebut, Indonesia memperkenalkan AIKO-KLHK yaitu alat identifikasi jenis kayu yang cepat, tepat, dan akurat sebagai salah satu instrument untuk mengenali jenis kayu yang sangat terkait dengan penerapan SVLK.

Dalam pengembangan Herbal and Medicinal Plants, memaparkan informasi tentang tanaman obat herbal yaitu Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) yang merupakan tanaman asli Indonesia, serta memberikan informasi 15 jenis tanaman herbal untuk memperkaya materi Buku ASEAN Herbal and Medicinal Plants Volume 3. Selain itu Indonesia juga menyampaikan perkembangan terkait dengan pengembangan standar. Salah satu standar yang strategis adalah standar untuk hasil hutan bukan kayu.

Plt.Dr. Wening Sri Wulandari selaku National Focal Point dan Ketua Delegasi Indonesia menyampaikan pentingnya pengembangan jejaring kerja antar negara ASEAN dalam pertukaran informasi dan teknologi utnuk mendukung pengembangan dan perdagangan hasil hutan.

AWG-FPD merupakan pertemuan tahunan dari beberapa kelompok kerja (working group) di bawah koordinasi ASEAN Secretariat yang membahas perkembangan dan isu strategis dalam pengelolaan hasil hutan. The 25th AWG FPD Meeting akan dihosting oleh Brunei Darusalam pada tahun 2022

AWG21a

AWG21b


Lampiran: 0

Profil Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )