Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

FOREST PRODUCT INNOVATION AND VIRTUAL TOUR: TEROBOSAN DALAM PROMOSI INOVASI IPTEK

08 September 2021, 23:30 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Sebagai rangkaian Inafor 6, Pusat Standardisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Pustarhut) menyelenggarakan Forest Product Innovation and Virtual Tour atau jalan-jalan secara virtual dengan 5 rute/tema. Dengan menggunakan platform zoom, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 150 orang peserta dari berbagai kalangan dan instansi. Forest Product Innovation and Virtual Tour juga disiarkan secara live dari kanal Youtube pada Selasa, 7 September 2021 pukul 13:00 WIB.

Kelima tema yang disajikan pada Forest Product Innovation and Virtual Tour tidak hanya menyajikan produk inovasi unggulan Pustarhut namun juga terdapat topik yang disampaikan oleh mitra dari Jepang. Forest Product Innovation and Virtual Tour dipandu secara menarik oleh Desy Ekawati.

Virtual Tour yang pertama adalah ke Xylarium Bogoriense.Dr. Ratih Damayanti (peneliti Pustarhut), mengajak traveler mengunjungi Xylarium Bogoriense yang merupakan perpustakaan kayu dengan jumlah koleksi terbanyak di dunia. Selain itu, Dr. Ratih juga memperkenalkan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO-KLHK). Alat ini mampu mengindentifikasi kayu hanya dalam hitungan detik.

1. Teknologi Mengubah Batang Sawit menjadi Panel

Disini peserta diajak untuk memahami proses pengolahan panel oleh. Ir. Jamal Ballfas (peneliti Pustarhut). Peserta dapat melihat proses pengolahan limbah batang sawit menjadi produk perkayuan.

2. Desain Struktur Kayu Tahan Gempa di Jepang

Kali ini, peserta diajak jalan-jalan ke Jepang, untuk melihat desain pembuatan rumah Jepang yang tahan gempa. Untuk tema ini, dipandu oleh Indra Gunawan, salah satu mitra Pustarhut yang saat ini berdomisili di Jepang.

3. Nanoselulose Membran untuk Dehidrasi Etanol

Novitri Hastuti (peneliti Pustarhut) mengajak peserta untuk berkunjung ke Laboratorium Terpadu Pustarhut, untuk melihat proses membuat nano selulosa.

Plt. Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Pustarhut), Dr. Wening Sri Wulandari dalam wawancara mengatakan,Forest Product Innovation and Virtual Tour ini merupakan salah satu langkah baru yang dilakukan oleh Pustarhut untuk lebih memperkenalkan inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti agar lebih dikenal oleh masyarakat.

“Pandemi covid-19 ini memaksa kita untuk lebih kreatif dalam segala aspek. Kemajuan teknologi digital dapat membantu untuk mempromosikan beragam karya inovasi tanpa harus berkunjung secara langsung” katanya.

Lebih lanjut Wening menjelaskan Pustarhut memiliki laboratorium yang telah menghasilkan inovasi dan standar instrument lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya dalam pengelolaan hutan berkelanjutan . Dengan mengikuti virtual tour ini masyarakat bisa melihat secara komprehensif bagaimana sebuah inovasibisa dihasilkan, yang ke depan menjadi modalitas untuk penembangan standar instrument.

FRI2

FRI3

FRI4

Profil Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )